Dosen STTIF Bogor meneliti kuantifikasi andrografolida dari sambiloto, mirisetin dari daun jamblang, dan brazilin dari secang dan dipublikasi pada jurnal internasional

Andrografolida, mirisetin, dan brazilin merupakan salah satu zat bioaktif dari sambiloto, jamblang, dan secang. Ketiga senyawa tersebut berpotensi sebagai komponen pada obat-obatan. Oleh sebab itu, STTIF bekerja sama dengan UI meneliti kuantifikasi ketiga senyawa tersebut dengan metode HPLC (High Performance Liquid Chromatography). Tim peneliti tesebut yaitu Eem Masaenah (Dosen STTIF), Berna Elya (UI), Heri Setiawan (UI), Zahra Fadhilah (UI), dan Varda Arianti (UI).  

Dalam penelitian ini, andrografolida dalam ekstrak sambiloto, mirisetin pada ekstrak jamblang, brazilin pada secang dapat dideteksi dan diukur menggunakan metode HPLC. Kandungan andrografolida, mirisetin, dan brazilin masing-masing sebesar14,4686 %; 0,3190%; dan 2.1280%. Data kuantifikasi yang diperoleh dapat digunakan untuk menilai aktivitas biologis bahan baku sambiloto, jamblang, dan secang secara tunggal atau kombinasi. Penelitian ini dipublikasikan pada Jurnal Internasional Q3 yaitu Pharmacogn J Volume 13 No 6 pada Tahun 2021 dengan judul artikel Quantification of Andrographolide in Andrographis paniculata (Burm.f.) Nees, Myricetin in Syzygium cumini (L.) Skeels, and Brazilin in Caesalpinia sappan L. by HPLC Method. Artikel dapat diakes pada doi: 10.5530/pj.2021.13.182.

KUANTIFIKASI ANDROGRAFOLIDA oleh Eem Masaenah

Referensi : 

Masaenah, E., Elya, B., Setiawan, H., Fadhilah, Z., & Arianti, V. (2021). Quantification of Andrographolide in Andrographis paniculata (Burm. f.) Nees, Myricetin in Syzygium cumini (L.) Skeels, and Brazilin in Caesalpinia sappan L. by HPLC Method. Pharmacognosy Journal13(6), 1437-1444.

Rilis Penelitian

Please publish modules in offcanvas position.

rubid.id | Documentation