Skip to main content

VISI

VISI KAMI

“Menjadi Teaching University yang unggul dalam bidang pelayanan kefarmasian dan teknologi pengembangan sediaan obat dan kosmetik bahan alam berbasis kearifan lokal wilayah Bogor dan sekitarnya tahun 2024-2028”.

PROGRAM STUDI

Pilih Jalur Akademi Kamu

Tiga jenjang yang dirancang untuk mengembangkan pengetahuan akademis, kemampuan praktis, kapasitas penelitian, dan profesionalisme kefarmasian.

D3 farmasi 3

Diploma III Farmasi

S1 Farmasi 2

Sarjana Farmasi

Apoteker 2

Profesi Apoteker

Prospek Karir

PELUANG KARIR LULUSAN

Temukan berbagai peluang karier bagi lulusan STTIF Bogor.

We Are Hiring From PBF

Post IG CDC

Campus Hiring: RS PENA 98

Post IG CDC 1

We're Looking for Asisten Apoteker

Post IG CDC 2

Dosen STTIF Bogor Publikasi Jurnal Internasional Q1 tentang Potensi Antidiabetes dan Toksisitas Akut dari Kombinasi Sambiloto, Daun Jamblang, Dan Kayu Secang

DaunBerlatar belakang dari sambiloto (Andrographis paniculata), daun jamblang (Syzygium cumini), dan kayu secang (Caesalpinia sappan) digunakan sebagai obat tradisional untuk mengobati diabetes melitus maka tim yang terdiri dari Eem Masenah (Dosen STTIF Bogor), Berna Elya (Fakultas Farmasi UI), Heri Setiawan (Fakultas Farmasi UI), Febrika Wediasari (Fakultas Farmasi UI), Gumilar A. Nugroho (Fakultas Farmasi UI), Elfahmi (ITB), Tjandrawati Mozef (LIPI) meneliti efek antidiabetes dan toksisitas akut dari ekstrak kombinasi dari A. paniculata, S. cumini, dan C. sappan (ASCE) dengan perbandingan 1:1:1. Penelitian ini didanai oleh KRUPT 2020 [Grant No. NKB-1/UN2.RST/HKP.05.00/2020] dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Penelitian ini menyatakan kombinasi ekstrak ASCE 1:1:1 dapat menurunkan kadar glukosa darah puasa pada tikus yang sudah diinduksi oleh pakan tinggi lemak serta diinduksi oleh streptozotocin. Selain itu, terjadi peningkatan sel β-pankreas pada tikus tersebut serta profil lipid darah dalam batas normal. Pemberian kombinasi ASCE dosis tunggal hingga dosis 5000 mg/kg BB masih aman. Parameter berat badan, berat organ relatif (jantung, hati, dan ginjal), parameter hematologi dan biokimia tidak berbeda secara signifikan dari kelompok kontrol. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa ASCE memiliki potensi efek antidiabetes dan dapat dikembangkan dengan aman sebagai pengobatan alternatif. Penelitian ini dipublikasikan dengan judul  Antidiabetic activity and acute toxicity of combined extract of Andrographis paniculata, Syzygium cumini, and Caesalpinia sappan di Jurnal Internasional Q1 yaitu Heliyon 7 pada tahun 2021. Artikel dapat diakses pada https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2021.e08561.

Referensi :

Masaenah, E., Elya, B., Setiawan, H., Fadhilah, Z., Wediasari, F., Nugroho, G. A., & Mozef, T. (2021). Antidiabetic activity and acute toxicity of combined extract of Andrographis paniculata, Syzygium cumini, and Caesalpinia sappan. Heliyon7(12), e08561.