INVENSI DARI DUA DOSEN STTIF BOGOR MERAIH SERTIFIKAT PATEN SEDERHANA

Sebagai bentuk perlindungan hukum atas setiap karya intelektual seorang peneliti. Pengajuan paten merupakan cara yang tepat untuk dapat melindungi sebuah karya. Demikianlah yang dilakukan oleh apt. Eem Masaenah, M.Si dan apt. Antonius Padua Ratu, M.Farm. Keduanya mengajukan hak paten kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Berkas pengajuan yang diusulkan oleh keduanya memperoleh Sertifikat Paten Sederhana.

Invensi yang berhasil memperoleh Sertifikat Paten Sederhana adalah

  1. Ekstrak Daun Kayu Tuah (Antidesma celebicum) Sebagai Antihiperglikemia dan Antihiperlipidemia Yang Praktis Tidak Toksik dengan inventor: apt. Eem Masaenah, M.Si
  2. Formulasi Sediaan Body Gel Kombinasi Ekstrak Daun Saga (Abrus precatorius) dan Daun Kersen (Mutingia calabura L.) Sebagai Antioksidan dengan inventor: apt. Eem Masaenah, M.Si
  3. Kombinasi Ekstrak Herba Sambiloto (Andrographis paniculata), Daun Jamblang (Syzygium cumini), dan Kayu Secang (Caesalpinia sappan) Sebagai Antidiabetes dan Praktis Tidak Toksik dengan inventor: Eem Masaenah, M.Si
  4. Proses Pembuatan Sediaan Kapsul Betakaroten Dari Ekstrak Buah Pepaya Dengan Pelarut VCO dengan inventor: Antonius Padua Ratu, M.Farm

Ketua STTIF Bogor, apt Siti Mariam, M.Farm menyatakan STTIF Bogor telah menorehkan prestasi gemilang dengan meraih sertifikat paten sederhana dalam bidang farmasi bahan alam. STTIF Bogor berkomitmen untuk terus berinvestasi dalam riset dan pengembangan untuk menciptakan solusi-solusi inovatif yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan industri di masa depan. Ia berharap, dengan keluarnya sertifikat paten ini, dapat melindungi hasil riset yang telah dikerjakan dan dapat menjadi produk inovasi dari STTIF Bogor.

Berita Terbaru

Thursday, 09 November 2023 16:24

Monday, 19 December 2022 03:03

Please publish modules in offcanvas position.

rubid.id | Documentation