Guna meningkatkan kualitas publikasi jurnal internasional, Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi (STTIF) Bogor gelar pelatihan penulisan jurnal internasioanl. Acara tersebut berlangsung di Kampus 1 STTIF Bogor (31/08/2024). Menghadirkan narasumber dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Budi Riza Putra, S.Si, M.Si, Ph.D yang membawakan materi tentang How to write and publish in reputable impact journal. Beliau telah memiliki pengalaman yang luas dalam mempublikasikan karya tulis di jurnal internasional ternama.
“Dengan adanya pelatihan ini, saya harap dosen-dosen di STTIF Bogor dapat mengembangkan artikel-artikel dan mengirimkannya ke jurnal internasional,” ujar Ketua STTIF apt. Siti Mariam, M. Farm. “Saya berterima kasih kepada Bapak Budi Riza Putra, S.Si, M.Si, Ph.D telah berkesempatan hadir dan memberikan pemaparannya.”
Partisipan dari kegiatan ini adalah dosen-dosen dari Prodi S1 dan D3 Farmasi, semua sangat antusias mengikuti setiap sesi dan aktif berdiskusi dengan pembicara. Mereka juga memiliki kesempatan untuk mempresentasikan ide-ide penelitian mereka dan mendapatkan umpan balik langsung dari Budi Riza Putra, S.Si, M.Si, Ph.D serta rekan-rekan sesama peserta. Konsultasi dilakukan dengan membedah setiap bagian, mulai dari judul, abstrak, penyajian data, hingga struktur dan alur penelitian.
Terlaksananya acara ini diharapkan dapat membawa positive impact terhadap publikasi para dosen seperti meningkatnya pengetahuan dan keterampilan dosen dalam menyusun karya ilmiah berbasis internasioanal, meningkatnya kreativitas dan jiwa berpikir kritis dosen, meningkatnya personal branding dosen melalui tulisan di berbagai media, dan terciptanya karya ilmiah berkualitas yang dapat dipublikasikan.
STTIF Bogor sukses menyelenggarakan yudisium gelombang ke- 4 pada Tahun Akademik 2023-2024 yang bertempat di Kampus 1 STTIF Bogor pada 23 Agustus 2024. Dalam Prosesi Yudisium ini meluluskan Sarjana Farmasi sebanyak 69 orang dan Ahli Madya Farmasi sebanyak 5 orang. Rerata IPK lulusan Sarjana Farmasi yaitu 3,18 dengan sebanyak 72,5% lulusan sarjana farmasi yang lulus tepat waktu. Rerata IPK lulusan Ahli Madya Farmasi yaitu 3,35
Dalam sambutannya, Ketua STTIF Bogor, apt. Siti Mariam, M.Farm, mengucapkan selamat kepada semua lulusan yang telah melewati berbagai rintangan dan tantangan dalam perjalanan akademik. Dikatakan, gelar yang mereka terima nantinya adalah bukti kerja keras dan tekad selama menempuh Pendidikan untuk menggapai cita. Beliau juga menekankan bahwa pencapaian ini bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan langkah awal untuk meraih cita-cita. Ketua STTIF Bogor juga memberikan pesan kepada peserta yudisium untuk dapat melanjutkan pendidikannya. “Untuk lulusan S1 Farmasi memiliki peluang melanjutkan ke jenjang profesi apoteker, yang di mana akhir tahun ini STTIF Bogor sedang memproses program studi profesi apoteker. Selain itu, lulusan D3 Farmasi juga dapat melanjutkan pendidikannya ke jenjang S1 dengan memgambil program yang kami sediakan yaitu Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).” Ujarnya.
Pada acara ini juga dibacakan SK Kelulusan dan penyerahan Transkrip Nilai oleh Wakil Ketua 1 Bidang Akademik, Nanang Herwamawan, ST, M.KM. Lulusan terbaik pada yudisium kali ini yaitu Nuriyanti dengan IPK 3,72 dengan masa studi 4 tahun. Nuriyanti yang mewakili mahasiswa lulusan menyampaikan ungkapan terimakasih pada almamater yang telah mengantarkan pada situasi saat ini, sebuah momen yang paling dinantikan mahasiswa setelah bertahun-tahun mengenyam pendidikan tinggi. “Kami sampaikan ucapan terimakasih atas dukungan seluruh dosen dan orang tua yang telah membimbing kami dengan tulus serta membantu mengembangkan potensi dan mengantarkan kami menjadi insan akademik yang baik,” ujarnya
Selamat kepada semua peserta yudisium Prodi S1 dan D3 Farmasi tahun 2024 yang telah menyelesaikan perjalanan akademik. Semoga menjadi insan yang sukses dalam meniti karir dan kehidupan pribadi, serta terus memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Salah satu dosen STTIF Bogor yaitu apt. Triyani Sumiati, M.Si melaksanakan Sidang Promosi Doktor dalam studi keilmuan farmasi di Universitas Indonesia pada Kamis 11 Juli 2024. Sidang dilaksanakan secara langsung di Gedung Ruang Sidang Fakultas Farmasi Universitas Indonesia. Sidang terbuka promosi doktor pada program doktor ilmu kefarmasian Universitas Indonesia oleh Promovenda Triyani Sumiati mengangkat disertasi dengan judul “Biodelignifikasi Lignoselulosa Daun Nanas (Ananas comosus L Merr) untuk Pembuatan Hidroksi Propil Metilselulosa dan Karakterisasinya”
Sidang promosi doktor ini dipimpin langsung oleh Prof. Dr. apt. Arry Yanuar, M.Si. Adapun tim penguji yang terdiri dari 4 penguji yaitu Prof. Dr. apt. Abdul Mun’im, M.Si, Prof. apt. Marlia Singgih Wibowo, Ph.D, Prof. apt. Silvia Surini, M.Pharm.Sc., Ph.D, dan Prof. Dr. Wibowo Mangunwardoyo, M.Sc. Sidang promosi doktoral ini juga dihadiri oleh Promotor Dr. apt. Herman Suryadi, M.Si serta kopromotor Prof. Dr. apt. Arry Yanuar, M.Si dan Dr. apt. Sutriyo, M.Si.

Kebaruan dari hasil disertasinya adalah metode delignifikasi yang ramah lingkungan, sintesis Hidroksi Propil Metilselulosa (HPMC) dari selulosa daun nanas, dan HPMC hasil sintesis memiliki karakteristik yang mirip dengan HPMC standar. Riset tersebut didanai oleh Hibah PUTI Doktor 2020 dan Hibah Kemdikbudristek. Luaran dari disertasi ini berupa 1 prosiding internasional, 2 jurnal internasional bereputasi Scopus Q3, dan 1 jurnal internasional bereputasi Scopus Q1.
Sidang terbuka yang berlangsung selama kurang lebih 2 jam ini mengantarkan Promovenda menyandang gelar Doktor. Berdasarkan hasil rapat majelis dengan pertimbangan hasil pemaparan Promovenda dan tanggapan Promovenda atas pertanyaan para penguji menyatakan bahwa Promovenda dinyatakan lulus setelah dilakukan rapat tertutup oleh majelis penguji. Hasil sidang menetapkan Promovenda lulus dengan predikat Sangat Memuaskan dan merupakan lulusan program doktor ilmu kefarmasian Universitas Indonesia yang ke-46.
Civitas Akademik STTIF Bogor mengucapkan Selamat atas gelar Doktor yang diraih oleh apt. Triyani Sumiati, M.Si. Semoga dengan ilmu dan pengalaman akademik yang dimilikinya dapat memperkuat pengembangan kelembagaan pendidikan tinggi khususnya di STTIF Bogor dan umumnya di negeri Indonesia tercinta ini. Kami juga berharap mudah-mudahan dapat memberikan pengajaran–pengajaran yang berkualitas kepada para mahasiswanya.
Kurangnya pemahaman tentang proses sertifikasi halal dan persyaratan yang berlaku dapat menyulitkan sebuah bisnis untuk memperoleh sertifikasi halal yang sah. Tanpa sertifikasi yang valid, bisnis dapat kehilangan kesempatan untuk menjangkau pasar yang lebih luas yang membutuhkan produk halal. Oleh karena itu, Pada hari Rabu, 20 Desember 2023, di kampus STTIF Bogor serta melalui Zoom Meeting kami mengadakan acara yaitu Sosialisasi Tata Kerja Pendamping Proses Produk Halal oleh LP3H dan STTIF Bogor.
Acara dimulai dengan penyampaian sabutan dari Ibu Apt. Siti Mariam, M. Farm selaku Ketua STTIF Bogor, kemudian Bapak Apt. Muhammad Afqary, M. Farm selaku Direktur Pharma Halal Center (PHACE), dan Ibu Siti Asih Wardhani, S. Farm selaku Wakil Ketua LP3H. Kemudian acara berlanjut ke pemaparan mengenai awal mula PHACE didirikan serta Visi dan Misinya oleh Bapak Apt. Muham mad Afqary, M. Farm. Penyampaian materi selanjutnya oleh Ibu Siti Asih Wardhani, S. Farm. yang berjudul “Cara Kerja Pendampingan Proses Produk halal”. Materi yang disampaikan ini meliputi Pentingnnya Pendampingan, Tujuan Pendampingan Proses Produk Halal (PPH), Luaran Pendampingan PPH, Prinsip Pendampingan, Strategi Pendampingan, Alur jadi serta alur kerja pendampingan PPH.

Label halal suatu produk memberikan setidaknya tiga keuntungan utama. Yang paling utama tentu saja memberikan kepastian hukum bagi konsumen Muslim, khususnya. Dengan label tersebut, konsumen tahu bahwa produk yang dibeli dan dikonsumsi sudah terproses sesuai syariat Islam. Dengan diselenggarakannya acara Sosialisasi Tata Kerja Pendamping Proses Produk Halal Lembaga Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor dapat membantu masyarakat yang ingin memperoleh sertifikasi halal yang sah.
Sebagai bentuk perlindungan hukum atas setiap karya intelektual seorang peneliti. Pengajuan paten merupakan cara yang tepat untuk dapat melindungi sebuah karya. Demikianlah yang dilakukan oleh apt. Eem Masaenah, M.Si dan apt. Antonius Padua Ratu, M.Farm. Keduanya mengajukan hak paten kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Berkas pengajuan yang diusulkan oleh keduanya memperoleh Sertifikat Paten Sederhana.
Invensi yang berhasil memperoleh Sertifikat Paten Sederhana adalah
- Ekstrak Daun Kayu Tuah (Antidesma celebicum) Sebagai Antihiperglikemia dan Antihiperlipidemia Yang Praktis Tidak Toksik dengan inventor: apt. Eem Masaenah, M.Si
- Formulasi Sediaan Body Gel Kombinasi Ekstrak Daun Saga (Abrus precatorius) dan Daun Kersen (Mutingia calabura L.) Sebagai Antioksidan dengan inventor: apt. Eem Masaenah, M.Si
- Kombinasi Ekstrak Herba Sambiloto (Andrographis paniculata), Daun Jamblang (Syzygium cumini), dan Kayu Secang (Caesalpinia sappan) Sebagai Antidiabetes dan Praktis Tidak Toksik dengan inventor: Eem Masaenah, M.Si
- Proses Pembuatan Sediaan Kapsul Betakaroten Dari Ekstrak Buah Pepaya Dengan Pelarut VCO dengan inventor: Antonius Padua Ratu, M.Farm
Ketua STTIF Bogor, apt Siti Mariam, M.Farm menyatakan STTIF Bogor telah menorehkan prestasi gemilang dengan meraih sertifikat paten sederhana dalam bidang farmasi bahan alam. STTIF Bogor berkomitmen untuk terus berinvestasi dalam riset dan pengembangan untuk menciptakan solusi-solusi inovatif yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan industri di masa depan. Ia berharap, dengan keluarnya sertifikat paten ini, dapat melindungi hasil riset yang telah dikerjakan dan dapat menjadi produk inovasi dari STTIF Bogor.