Publikasi internasional merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas STTIF Bogor ke level yang lebih tinggi. Adapun standar yang telah ditetapkan oleh DIKTI, yaitu publikasi jurnal yang terindeks Scopus. Terdapat 3 orang dosen di STTIF Bogor pada tahun akademik 2022-2023 yang berhasil mempublikasikan hasil penelitiannya ke jurnal internasional dan terindeks Scopus. Seperti yang telah diketahui, Scopus merupakan sebuah pusat data terbesar di dunia yang mencakup puluhan juta literatur ilmiah yang terbit sejak puluhan tahun yang lalu sampai saat ini untuk memberikan informasi secara akurat. Berikut adalah daftar publikasi Dosen STTIF Bogor yang berhasil menembus jurnal internasional terindeks Scopus.

Scopus logo

  1. apt. Triyani Sumiati, M.Si. 2023. Morphological, characterization and FTIR analysis of delignified pineapple leaves as raw material for cellulose production. IOP Conf. Ser.: Earth Environ. Sci. (Prosiding Internasional, Scopus Q4)
  2. Sitaresmi Yuningtyas, M.Si. 2023. Antioxidant activity and characterization of arrowroot (Maranta arundinacea) tuber yogurt. Biodiversitas Journal of Biological Diversity (Jurnal Internasional Bereputasi, Scopus Q3)
  3. Sitaresmi Yuningtyas, M.Si. 2023. Chemical properties of vegetable yogurt with addition of amyloproteolytic enzyme Lactobacillus fermentum EN17-2 on storage time. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science (Prosiding Internasional, Scopus Q4)
  4. Lilik Sulastri, M.Farm. 2023. The water fraction of Cantigi (Vaccinium varingiaefolium Bl. Miq.) fruits demonstrate the highest antimetabolic syndrome properties on enzyme assay. Pharmacia (Jurnal Internasional Bereputasi, Scopus Q2)
  5. Lilik Sulastri, M.Farm. 2023. Biosorption of Hexavalent Chromium Cr(VI) using Microalgae Scenedesmus sp as Environmental Bioindicator. International Journal of Technology (Jurnal Internasional Bereputasi, Scopus Q2)

Prestasi yang membanggakan ini perlu dijadikan contoh untuk memotivasi agar dosen dan mahasiswa berkemauan untuk menulis, hingga mampu menembus jurnal internasional terindeks scopus. 

Sumber: LPPM STTIF Bogor

Dua tim Dosen STTIF Bogor berhasil mendapatkan Hibah Matching Fund Kedaireka tahun 2023 dari Kemendikbud Ristek. Pada program ini, STTIF Bogor mendapatkan total dana Rp 294.861.602 dari 2 proposal yang lolos. 

Matching Fund merupakan bentuk dukungan dari Kemendikbud Ristek untuk penciptaan kolaborasi antara Perguruan Tinggi dengan Industri. Matching Fund menjadi salah satu nilai tambah terbentuknya kolaborasi antara dua pihak melalui platform Kedaireka. 

Kedua kelompok dosen menjalin kerjasama dengan mitra dalam rangka pemanfaatan teknologi dan budaya yang manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat, diantaranya :

  1. Eem Masaenah, S.Si, M.Si (ketua pengusul) dan tim (apt. Neilli Apolina CCI, M.Kes, Abdul Aziz Setiawan, M.Si, apt. Antonius Padua Ratu, M.Farm, apt. Muhammad Afqary, S.Si, M.M) membuat Serbuk Instan dari Buah Kolang Kaling, Apel, dan Nanas sebagai Produk Minuman Fungsional yang Berkualitas Untuk Mengatasi Nyeri Sendi. Mitra yang tergabung adalah PT Akademia Inovasi Indonesia (AVIN) dengan total dana Penelitian sebesar Rp. 151.926.602
  2. Muhammad Afqary, S.Si, MM (ketua pengusul) dan tim (apt. Siti Mariam, M.Farm, Sitaresmi Yuningtyas, M.Si, apt. Antonius Padua Ratu, M.Farm) membuat Mie Omega Dari Tepung Mocaf Dan Sacha Inchi Untuk Mengatasi Stunting. Mitra yang tergabung adalah Kelompok Tani Setia dengan total dana Penelitian sebesar Rp. 142.935.000

Kolaborasi antara Perguruan tinggi dengan DUDI ini diharapkan akan mendorong terbentuknya ekosistem Merdeka Belajar – Kampus Merdeka, dimana sinergi ini bisa menciptakan beragam inovasi untuk menyelesaikan permasalahan nyata di lapangan atau berkontribusi terhadap implementasi kebijakan strategis nasional.

Matching Fun 1

Koordinator program Matching Fund Kedaireka STTIF Bogor, Dr. Harry Noviardi, M.Si berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan program ini dapat menjadi wadah bagi Dosen untuk dapat mengimplementasikan inovasi-inovasi kepada mitra sehingga dapat memiliki dampak positif di masyarakat.

STTIF Bogor mengadakan Focus group discussion Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) pada Jumat, 13 Oktober 2023, pukul 13.00 WIB yang dilaksanakan secara virtual dengan media Zoom Meeting. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Ketua LPPM Dr. Harry Noviardi, M.Si. Sambutan seminar tersebut disampaikan oleh Ketua STTIF Bogor apt. Siti Mariam, M.Farm.

FGD MBKM

Seminar MBKM ini dihadiri oleh para struktural STTIF Bogor yaitu apt. Siti Mariam, M.Farm (Ketua STTIF Bogor), Nanang Hermawan, ST, M.KM (Waket I), Esa Nylidia, M.Pd (Waket II), Dr. Harry Noviardi, M.Si (Kepala LPPM), Sitaresmi Yuningtyas, M.Si (Ketua LPMI), apt. Ferry Effendi, M.Farm, (Kaprodi S1 Farmasi), apt. Muhammad Afqary., S.Si., MM (Kaprodi D3 Farmasi) Wahyu Dwi Lesmono, M.Si (LPMI), , Lutfia., S.Si (Sekprodi D3 Farmasi), Abdul Aziz Setiawan, S.Si, M.Si (Kepala Laboratorium), Dr. Achmad Fauzi Isa (Kode Etik), M.Sc, dan apt. Eem Masaenah, M.Si (Sekprodi S1 Farmasi).

FGD MBKM 2Materi disampaikan oleh Kepala Pokja Akademik dan Riset LLDIKTI Wilayah IV Agus Gumilar, S.T., M.Kom adalah mengenai Tahapan Pengembangan Kurikulum yang terdapat 2 capaian, yaitu Mampu merancang Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Mendukung Implementasi BKP-MBKM sesuai KKNI & SN-Dikti dengan pendekatan (Outcome Based Education) OBE. Kemudian kajiannya adalah Relaksasi Kurikulum & Siklus OBE, Siklus Kurikulum Pendidikan Tinggi, Menrumuskan Profile Lulusan & CPL Program Studi, Struktur Kurikulum, dan Prinsip penyusunan RPS.

Selanjutnya pembahasan tentang bentuk kegiatan terkait program MBKM, meliputi Mengajar di Sekolah, Magang/Praktek Industri, Proyek Kemanusiaan, Studi/Proyek Independen, Wirausaha, Penelitian, Pertukaran Pelajar, Proyek di Desa/KKN, Bela Negara. Harapannya dengan dilaksanakannya seminar ini dapat membantu Struktural STTIF Bogor dalam mempersiapkan implementasi kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM).

Di hari Rabu 4 Oktober 2023 ini, STTIF Bogor dan PT AVIN mendapat kunjungan dari SMK Kesehatan Bina Husada yang menghadirkan 35 siswa. Tujuan dari kunjungan ini untuk mengedukasi mereka mengenai ilmu kefarmasian. Dengan adanya kunjungan ini diharapkan dapat menambah ilmu serta memotivasi meraka agar dapat berinovasi di bidang farmasi. Area kunjungan yang akan dilakukan yaitu Laboratorium Botani Farmasi STTIF Bogor, Ruang Produksi PT AVIN dan Laboratorium instrumentasi.

 Kunjungan SMK BIna Husada 1

Laboratorium Botani Farmasi STTIF Bogor berlokasi di Cikeas, Kec. Sukaraja, Kab. Bogor, Jawa Barat. Siswa-siswa dapat melihat berbagai macam tanaman obat sembari dijelaskan oleh Mahasiswa dari STTIF Bogor. Meraka sangat antusias dan aktif dalam bertanya. Dengan mereka terjun langsung ke lapangan membuat mereka mampu mengenali dan memahami tanaman obat.

Kunjungan SMK BIna Husada 2 Lokasi selanjutnya, Ruang Produksi PT AVIN. Sebelum memasuki Ruang Produksi mereka memakai jas laboratorium, sandal dan masker lab. Disana mereka dijelaskan masing-masing fungsi dari ruangannya mulai dari Ruang Fermentasi, Maserasi, IPC, Granulometri, Sortasi, Evaporator, Dehydrator, Ruang Pengemasan, Ruang Timbang, Buffer dan Gudang Simplisia.

Setelah itu, mereka menuju Laboratorium Instrumentasi yang berisi instrumen kimia dan farmasi. Di tempat inilah mereka dapat melihat alat-alat percobaan, pengujian dan penelitian untuk penimbangan suatu bahan, melakukan proses menghaluskan dan melarutkan, bahkan hingga pemeriksaan sediaan obat yang sudah layak untuk digunakan.

Melalui kunjungan ini diharapkan meraka memahami tentang tanaman obat, fungsi alat-alat yang digunakan pada saat produksi dan mendapatkan insight yang baik dalam kunjungan ini.

Pelkes Kampung Mongol 1STTIF Bogor mengadakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat  (PkM) di Kampung Mongol Rt 004/Rw 006 Tegallega Kota Bogor pada hari Sabtu, 23 September 2023. Kegiatan PkM kali ini mengundang seluruh Masyarakat Mongol untuk melakukan pemeriksaan dan konsultasi kesehatan. Kegiatan ini kolaborasi dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STTIF bogor dengan  Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STTIF Bogor.

Kegiatan ini bertujuan untuk pemeriksaan dan konsultasi kesehatan kepada masyarakat di kampung Mongol. Kegitan ini diikuti oleh Ketua BEM Imam Maulana beserta anggotanya. Dosen yang terlibat dalam kegiatan PKM ini adalah apt. Halimatussa'adiyah, S.Farm, M.Farm, apt. Febi Ishfahani, S.Si., M.Farm, apt. Silvi Nurafni, M.Farm dan apt. Triyani Sumiati, M.Si. Selain itu, pemeriksaan kesehatan masyarakat di kampung Mongol melibatkan juga dokter.

Materi yang diberikan STTIF Bogor meliputi edukasi tentang obat herbal, penggunaan obat yang baik, dan pemberian informasi serta konsultasi kesehatan. Dalam pemeriksaan ini meliputi 3 rangkaian yaitu pengecekan tensi darah, penimbangan berat badan, dan pemeriksaan kesehatan. Untuk pengambilan obat dapat diambil ke bagian pelayanan informasi obat oleh apt. Febi Ishfahani, S.Si., M.Farm, apt. Silvi Nurafni, M.Farm.

Pelkes Kampung Mongol 2STTIF Bogor melakukan edukasi tentang obat herbal oleh apt. Triyani Sumiati, M.Si. Materi yang disampaikan berupa obat tradisional yang digunakan turun temurun dan memberikan manfaat yang berkualitas, manfaat yang bisa diperoleh dari tanaman herbal adalah dari obat-obatan, kosmetik dan makanan. Salah satunya adalah kayu manis. Kayu manis adalah jenis rempah yang banyak dipakai untuk penambah aroma. Namun, ternyata ada banyak sekali manfaat kayu manis untuk kesehatan tubuh.  Jenis rempah-rempah yang berasal dari kulit kayu pohon keluarga Cinnamomum ini bisa memperkuat daya tahan tubuh karena kaya akan antioksidan.

Selain itu, terdapat jahe dan yang banyak tumbuh di Indonesia. Dua jenis tanaman tersebut juga seringkali dipakai sebahai bahan untuk pengobatan herbal. Keduanya telah digunakan selama berabad-abad untuk mengobati berbagai penyakit, mulari dari migrain hingga peradangan kronis. Selain itu terdapat daun sirsak yang memiliki sifat antipiretik, antimikroba, antidiabetes, kardioprotektif, dan anti-parasit. Tak heran jika masyarakat kerap memanfaatkan bagian ini untuk obat alami berbagai masalah kesehatan

Pemaparan materi selanjutnya adalah tentang DaGuSiBu yang dipaparkan oleh apt. Halimatussa'adiyah, S.Farm, M.Farm. DaGuSiBu yaitu istilah atau singkatan dari Da: dapatkan, Gu: gunakan, Si: simpan, dan Bu: buang. Dalam proses pembuangan obat untuk sediaan sirup yang sudah digunakan, cara pembuangannya adalah cairannya di buang ke tempat saluran air atau sungai jika ada, sedangkan untuk sediaan tablet dapat di gerus atau di hancurkan terlebih dahulu lalu buang ke tanah yang suda di gali.

Berita Terbaru

Thursday, 09 November 2023 16:24

Monday, 19 December 2022 03:03

Please publish modules in offcanvas position.

rubid.id | Documentation