Dua tim Dosen STTIF Bogor berhasil mendapatkan Hibah Matching Fund Kedaireka tahun 2023 dari Kemendikbud Ristek. Pada program ini, STTIF Bogor mendapatkan total dana Rp 294.861.602 dari 2 proposal yang lolos.
Matching Fund merupakan bentuk dukungan dari Kemendikbud Ristek untuk penciptaan kolaborasi antara Perguruan Tinggi dengan Industri. Matching Fund menjadi salah satu nilai tambah terbentuknya kolaborasi antara dua pihak melalui platform Kedaireka.
Kedua kelompok dosen menjalin kerjasama dengan mitra dalam rangka pemanfaatan teknologi dan budaya yang manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat, diantaranya :
- Eem Masaenah, S.Si, M.Si (ketua pengusul) dan tim (apt. Neilli Apolina CCI, M.Kes, Abdul Aziz Setiawan, M.Si, apt. Antonius Padua Ratu, M.Farm, apt. Muhammad Afqary, S.Si, M.M) membuat Serbuk Instan dari Buah Kolang Kaling, Apel, dan Nanas sebagai Produk Minuman Fungsional yang Berkualitas Untuk Mengatasi Nyeri Sendi. Mitra yang tergabung adalah PT Akademia Inovasi Indonesia (AVIN) dengan total dana Penelitian sebesar Rp. 151.926.602
- Muhammad Afqary, S.Si, MM (ketua pengusul) dan tim (apt. Siti Mariam, M.Farm, Sitaresmi Yuningtyas, M.Si, apt. Antonius Padua Ratu, M.Farm) membuat Mie Omega Dari Tepung Mocaf Dan Sacha Inchi Untuk Mengatasi Stunting. Mitra yang tergabung adalah Kelompok Tani Setia dengan total dana Penelitian sebesar Rp. 142.935.000
Kolaborasi antara Perguruan tinggi dengan DUDI ini diharapkan akan mendorong terbentuknya ekosistem Merdeka Belajar – Kampus Merdeka, dimana sinergi ini bisa menciptakan beragam inovasi untuk menyelesaikan permasalahan nyata di lapangan atau berkontribusi terhadap implementasi kebijakan strategis nasional.

Koordinator program Matching Fund Kedaireka STTIF Bogor, Dr. Harry Noviardi, M.Si berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan program ini dapat menjadi wadah bagi Dosen untuk dapat mengimplementasikan inovasi-inovasi kepada mitra sehingga dapat memiliki dampak positif di masyarakat.
STTIF Bogor mengadakan Focus group discussion Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) pada Jumat, 13 Oktober 2023, pukul 13.00 WIB yang dilaksanakan secara virtual dengan media Zoom Meeting. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Ketua LPPM Dr. Harry Noviardi, M.Si. Sambutan seminar tersebut disampaikan oleh Ketua STTIF Bogor apt. Siti Mariam, M.Farm.

Seminar MBKM ini dihadiri oleh para struktural STTIF Bogor yaitu apt. Siti Mariam, M.Farm (Ketua STTIF Bogor), Nanang Hermawan, ST, M.KM (Waket I), Esa Nylidia, M.Pd (Waket II), Dr. Harry Noviardi, M.Si (Kepala LPPM), Sitaresmi Yuningtyas, M.Si (Ketua LPMI), apt. Ferry Effendi, M.Farm, (Kaprodi S1 Farmasi), apt. Muhammad Afqary., S.Si., MM (Kaprodi D3 Farmasi) Wahyu Dwi Lesmono, M.Si (LPMI), , Lutfia., S.Si (Sekprodi D3 Farmasi), Abdul Aziz Setiawan, S.Si, M.Si (Kepala Laboratorium), Dr. Achmad Fauzi Isa (Kode Etik), M.Sc, dan apt. Eem Masaenah, M.Si (Sekprodi S1 Farmasi).
Materi disampaikan oleh Kepala Pokja Akademik dan Riset LLDIKTI Wilayah IV Agus Gumilar, S.T., M.Kom adalah mengenai Tahapan Pengembangan Kurikulum yang terdapat 2 capaian, yaitu Mampu merancang Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Mendukung Implementasi BKP-MBKM sesuai KKNI & SN-Dikti dengan pendekatan (Outcome Based Education) OBE. Kemudian kajiannya adalah Relaksasi Kurikulum & Siklus OBE, Siklus Kurikulum Pendidikan Tinggi, Menrumuskan Profile Lulusan & CPL Program Studi, Struktur Kurikulum, dan Prinsip penyusunan RPS.
Selanjutnya pembahasan tentang bentuk kegiatan terkait program MBKM, meliputi Mengajar di Sekolah, Magang/Praktek Industri, Proyek Kemanusiaan, Studi/Proyek Independen, Wirausaha, Penelitian, Pertukaran Pelajar, Proyek di Desa/KKN, Bela Negara. Harapannya dengan dilaksanakannya seminar ini dapat membantu Struktural STTIF Bogor dalam mempersiapkan implementasi kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM).
Di hari Rabu 4 Oktober 2023 ini, STTIF Bogor dan PT AVIN mendapat kunjungan dari SMK Kesehatan Bina Husada yang menghadirkan 35 siswa. Tujuan dari kunjungan ini untuk mengedukasi mereka mengenai ilmu kefarmasian. Dengan adanya kunjungan ini diharapkan dapat menambah ilmu serta memotivasi meraka agar dapat berinovasi di bidang farmasi. Area kunjungan yang akan dilakukan yaitu Laboratorium Botani Farmasi STTIF Bogor, Ruang Produksi PT AVIN dan Laboratorium instrumentasi.

Laboratorium Botani Farmasi STTIF Bogor berlokasi di Cikeas, Kec. Sukaraja, Kab. Bogor, Jawa Barat. Siswa-siswa dapat melihat berbagai macam tanaman obat sembari dijelaskan oleh Mahasiswa dari STTIF Bogor. Meraka sangat antusias dan aktif dalam bertanya. Dengan mereka terjun langsung ke lapangan membuat mereka mampu mengenali dan memahami tanaman obat.
Lokasi selanjutnya, Ruang Produksi PT AVIN. Sebelum memasuki Ruang Produksi mereka memakai jas laboratorium, sandal dan masker lab. Disana mereka dijelaskan masing-masing fungsi dari ruangannya mulai dari Ruang Fermentasi, Maserasi, IPC, Granulometri, Sortasi, Evaporator, Dehydrator, Ruang Pengemasan, Ruang Timbang, Buffer dan Gudang Simplisia.
Setelah itu, mereka menuju Laboratorium Instrumentasi yang berisi instrumen kimia dan farmasi. Di tempat inilah mereka dapat melihat alat-alat percobaan, pengujian dan penelitian untuk penimbangan suatu bahan, melakukan proses menghaluskan dan melarutkan, bahkan hingga pemeriksaan sediaan obat yang sudah layak untuk digunakan.
Melalui kunjungan ini diharapkan meraka memahami tentang tanaman obat, fungsi alat-alat yang digunakan pada saat produksi dan mendapatkan insight yang baik dalam kunjungan ini.
STTIF Bogor mengadakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Kampung Mongol Rt 004/Rw 006 Tegallega Kota Bogor pada hari Sabtu, 23 September 2023. Kegiatan PkM kali ini mengundang seluruh Masyarakat Mongol untuk melakukan pemeriksaan dan konsultasi kesehatan. Kegiatan ini kolaborasi dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STTIF bogor dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STTIF Bogor.
Kegiatan ini bertujuan untuk pemeriksaan dan konsultasi kesehatan kepada masyarakat di kampung Mongol. Kegitan ini diikuti oleh Ketua BEM Imam Maulana beserta anggotanya. Dosen yang terlibat dalam kegiatan PKM ini adalah apt. Halimatussa'adiyah, S.Farm, M.Farm, apt. Febi Ishfahani, S.Si., M.Farm, apt. Silvi Nurafni, M.Farm dan apt. Triyani Sumiati, M.Si. Selain itu, pemeriksaan kesehatan masyarakat di kampung Mongol melibatkan juga dokter.
Materi yang diberikan STTIF Bogor meliputi edukasi tentang obat herbal, penggunaan obat yang baik, dan pemberian informasi serta konsultasi kesehatan. Dalam pemeriksaan ini meliputi 3 rangkaian yaitu pengecekan tensi darah, penimbangan berat badan, dan pemeriksaan kesehatan. Untuk pengambilan obat dapat diambil ke bagian pelayanan informasi obat oleh apt. Febi Ishfahani, S.Si., M.Farm, apt. Silvi Nurafni, M.Farm.
STTIF Bogor melakukan edukasi tentang obat herbal oleh apt. Triyani Sumiati, M.Si. Materi yang disampaikan berupa obat tradisional yang digunakan turun temurun dan memberikan manfaat yang berkualitas, manfaat yang bisa diperoleh dari tanaman herbal adalah dari obat-obatan, kosmetik dan makanan. Salah satunya adalah kayu manis. Kayu manis adalah jenis rempah yang banyak dipakai untuk penambah aroma. Namun, ternyata ada banyak sekali manfaat kayu manis untuk kesehatan tubuh. Jenis rempah-rempah yang berasal dari kulit kayu pohon keluarga Cinnamomum ini bisa memperkuat daya tahan tubuh karena kaya akan antioksidan.
Selain itu, terdapat jahe dan yang banyak tumbuh di Indonesia. Dua jenis tanaman tersebut juga seringkali dipakai sebahai bahan untuk pengobatan herbal. Keduanya telah digunakan selama berabad-abad untuk mengobati berbagai penyakit, mulari dari migrain hingga peradangan kronis. Selain itu terdapat daun sirsak yang memiliki sifat antipiretik, antimikroba, antidiabetes, kardioprotektif, dan anti-parasit. Tak heran jika masyarakat kerap memanfaatkan bagian ini untuk obat alami berbagai masalah kesehatan
Pemaparan materi selanjutnya adalah tentang DaGuSiBu yang dipaparkan oleh apt. Halimatussa'adiyah, S.Farm, M.Farm. DaGuSiBu yaitu istilah atau singkatan dari Da: dapatkan, Gu: gunakan, Si: simpan, dan Bu: buang. Dalam proses pembuangan obat untuk sediaan sirup yang sudah digunakan, cara pembuangannya adalah cairannya di buang ke tempat saluran air atau sungai jika ada, sedangkan untuk sediaan tablet dapat di gerus atau di hancurkan terlebih dahulu lalu buang ke tanah yang suda di gali.
Pada hari Jum’at, 22 September 2023, Mahasiswa STTIF Bogor serta PT AVIN mengunjungi pabrik mie yang menggunakan tepung singkong, nama mie itu sendiri adalah Mie Mocaf. Kunjungan industri ini bertujuan menghasilkan mahasiswa menambah wawasan mahasiswa dan untuk melihat secara langsung suasana/kondisi industri yang sesuai dengan program keahlian masing-masing.
Kunjungan ini difokuskan pada pembuatan mie mocaf dari tepung mocaf yang sudah di buat oleh Kelompok Tani Setia serta proses pengolahan mie mocaf. Kegiatan ini menghadirkan Bapak Ujang sebagai fasilitator dalam pembuatan mie mocaf. Fasilitator melakukan praktik pembuatan mie mocaf dan mahasiswa turut serta dalam praktik pembutan mie mocaf. Disana mahasiswa sangat antusias berkontribusi dalam proses pembuatan mie mocaf ini.
Mie Mocaf yang sudah selesai diproses lalu rebus selama 20 menit, setelah 20 menit cepat angkat mie setelah itu di rendam dengan air dingin supaya proses matangnya berakhir. Kemudian olah mie mocaf sesuai selera contohnya dapat kita sajikan dengan bumbu bolognese atau mie ayam. Selanjutnya mie mocaf sudah siap untuk di santap.
Dengan adanya kunjungan ini diharapkan mahasiswa mampu memotivasi dan dapat bersaing dalam meningkatkan suatu inovasi baru. Dengan adanya pelatihan ini, dapat mengenalkan potensi lokal yang ada di Desa Ciwaringin kepada masyarakat luar agar menarik peminat dalam mencoba produk terbaru dalam meningkatkan pemasaran dari tepung mocaf.

Foto bersama Bapak Ujang, mahasiswa STTIF Bogor dan Dosen STTIF Bogor