
SMK Priority Sukabumi malaksanakan kunjungan ke STTIF Bogor. Siswa/i yang menduduki kelas 12 ini, mengunjungi STTIF Bogor dalam rangka mempelajari lebih jauh dunia perkuliahan perguruan tinggi. Meskipun didominasi oleh siswa kelas 12, namun beberapa murid kelas 10 dan 11 juga turut ikut serta dalam kunjungan ini. Ditemani oleh kurang lebih 15 guru, siswa/I SMK Proority terlihat begitu atusias dalam kunjungan ini.
Kunjungan sekolah ini merupakan acara yang rutin dilakukan oleh kampus untuk mengenalkan lebih jauh lingkungan kampus yang akan mereka tempuh kedepannya. Acara kunjungan ini diisi dengan penjelasan umum mengenai kampus dan program studi yang ada, lalu dilanjutkan dengan tour mengelilingi kampus, Laboratorium, dan PT Avin. Dimana PT Avin Ini merupakan PT yang dinaungi oleh STTIF Bogor yang fungsi untuk memfasilitasi penelitian mahasiswa dosen yang berpotensi untuk dijadikan Produk oleh PT Avin.
Kunjungan siswa dari Siswa dikumpulkan di ruang 1 Sekolah Tinggi Teknologi Industri Farmasi. Acara yang diadakan oleh Tim Promosi memang gencar dilakukan untuk meminimalisir permasalahan siswa SMA dalam memilih jurusan meupun program studi yang sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Minimnya pengetahuan mengenai dunia perkuliahan dan program studi yang ada kerap menyebabkan siswa/I kebingungan dalam memilih jurusan yang ada. Dibuka dengan sambutan oleh Pembantu Ketua I Bidang Akademik, dan sambutan dari perwakilan guru SMK Priority Sukabumi. Acara dilanjutkan dengan pemaparan gambaran umum tentang akademik oleh Dr. Achmad Fauzi Isa, M.Sc dilanjut mahasiswa pergi kunjungan ke laboratorium, pengenalan ruang PT AVIN, dan hasil produk PT Avin.
Ditutup dengan foto bersama seluruh siswa/I dan guru dari SMK Priority, semoga acara ini dapat memberikan informasi mengenai dunia perkuliahan dan membuka pikiran siswa/i hadir untuk menentukan program studi yang sesuai dengan minat dan bakat yang mereka miliki.
Bogor 8 Januari 2022 telah dilaksanakan webinar tentang metabolemik dan monokuler untuk pengembangan obat bahan alam debgan mengundang pakar metabolemik dan monokuler yaitu ibu Dr.apt. Zuhelmi Aziz, M.Si, lalu Dr.rer.nat. Chaidir, dan Dr. Muhammad Alfarabi, M.Si. Kegiatan Webinar Nasional ini dilaksanakan STTIF Bogor yang bekerjasama dengan INFUSA (Inkubator Bisnis Farmasi) untuk membuka wawasan dosen dan mahasiswa terhadap pengembangan obat bahan alam untuk mencapai visi STTIF Bogor.

Kegiatan Webinar Nasional ini dilaksanakan secara daring dari rumah masing-masing. Acara dipandu oleh dosen STTIF Bogor yaitu ibu apt. Silvi Nurafni, M.Farm dan di moderatori oleh ibu Nina Imaniar, M.Si. Pemateri pertama yaitu Dr.apt. Zuhelmi Aziz, M.Si yang memaparkan tentang aplikasi analisis metabolemik bisa digunakan untuk kontrol kualitas tanaman obat, autentifikasi tanaman, kendali mutu simplisia, observasi tahap penyakit.

Pemateri kedua yaitu bapak Dr.rer.nat. Chaidir yang menjelaskan tentang aplikasi sistem biologi untuk penelitian jamu. Belau menjelaskan obat herbal di komparatif metabolemik untuk mendapatkan multi variasi data analisis. Materi ketiga memperkuat penjelasan metabolemik sangat membantu dalam menjelaskan proses biologi dalam pengembangan obat bahan alam bapak Dr. Muhammad Alfarabi, M.Si menambahkan lektin memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan menjadi obat antikanker, dan DNA rekombinan dapat menjadi suatu metode alternatif untuk memproduksi lektin.
Webinar ditutup dengan memberikan sertifikat dan plakat kepada para pembicara oleh bapak Dr. Achmad Fauzi Isa, M.Sc selaku Pembantu Ketua I Bidang akademik.
Sabtu, 11 Desember 2021 lalu STTIF Bogor menggelar Webinar Nasional secara daring dengan mengundang pakar dari Kementrian Kesehatan RI yaitu bapak Dr. apt. Wirabrata, S.Si., M.Kes., M.H. lalu Peneliti Utama di Badan Tenaga Nuklir Nasional yaitu bapak Dr. Hendig Winarno, M.Sc dan Sekretaris Program Studi Doktoral Universitas Pancasila bapak Dr. rer.nat.apt Deni Rahmat, S.Si., M.Si. Mengusung tema “Aplikasi Teknologi Sediaan Farmasi” STTIF Bogor ingin mendorong peningkatan kapasitas dosen dan mahasiswa dibidang Teknologi sediaan farmasi seperti nanokristal, sediaan alat Kesehatan dimasa pandemi, dan teknologi aplikasi radiasi untuk pengawetan bahan obat herbal.

Pesatnya perkembangan teknologi sediaan saat ini telah banyak cara untuk memformulasi atau meraancang suatu obat menjadi bentuk sediaan dengan menggunakan teknologi. Banyak manfaat yang diperoleh dari perkembangan teknologi sediaan farmasi yaitu dengan mengubah bentuk sediaan yang mengandung zat aktif yang siap digunakan (dikonsumsi) dalam bentuk nano, melalui radiasi dan bentuk lainnya. Webinar Nasional dibuka oleh dosen STTIF Bogor yaitu Nina Imaniar, M.Si selaku pembawa acara di webinar, lalu dilanjutkan dengan sambutan oleh ketua STTIF Bogor yaitu ibu apt. Siti Mariam, M.Si.
Bapak apt. M. Kenli Kendi T, M.Farm sebagai moderator memberikan kesempatan pertama kepada bapak Dr.rer.nat.apt Deni Rahmat, M.Si untuk menyampaikan materi tentang “Bening Nanocrystal untuk kecantikan paripurna” dilanjut dengan pemateri kedua yaitu bapak Dr.apt.Wirabrata, S.Si., M.Kes.MM.MH dengan materi “Alat Kesehatan dan pembekalan Kesehatan rumah tangga dalam penanganan covid-19” dan ditutup dengan pemateri tekakhir yaitu bapak Dr. Hendig Winarno, M.Sc dengan materi “Aplikasi Radiasi untuk Pengawetan Kosmetik dan Obat Bahan Alam Dalam rangka Meningkatkan Daya Saing”.

Antusias peserta dari kegiatan webinar ini sangat banyak dimana peserta yang hadir sebanyak 385 peserta. Peserta yang hadir tidak hanya dari dosen dan mahasiswa STTIF Bogor melainkan dari peneliti, Tenaga Teknis Kefarmasian, Apoteker, Quality Control dari Industri, mahasiswa dan dosen dari kampus lain serta dari umum. Kegiatan ditutup dengan diberikan sertifikat dan pelakat kepada para pembicara.
Bogor, 21 November 2021 – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STTIF bogor bersama Aliansi BEM se-Bogor menggelar aksi pembagian masker, vitamin c, poster kesehatan dan penggalangan dana untuk korban bencana alam. Kegiatan ini dilaksanakan di Lampu Merah Lodaya Padjadjaran Bogor, BEM STTIF bersama dengan BEM se-Bogor lainnya dari Kampus Politeknik AKA Bogor, Institut Tazkia, STAIA Bogor, Universitas BSI, Sekolah Tinggi Al-Wafa, Akbid Prima Husada hingga BEM IPB ikut serta dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan ini mendapatkan respon yang positif dari masyarakat dan berhasil dilakukan dengan membagikan 100 paket masker dan vitamin dengan sasaran masyarakat umum dan untuk penggalangan dana berhasil terkumpul dana sebesar Rp 636.000. Ketua BEM STTIF menyampaikan harapannya, semoga dengan adanya pembagian paket masker dan vitamin ini masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan ditengah pandemi ini.
STTIF tergerak memberikan bantuan kepada masyarakat berupa sembako. Sebagai salah satu bentuk tri dharma perguruan tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat, Kampus STTIF membagikan sembako kepada warga di Desa Cipaku Skip, Kota Bogor.
“Sebelum melakukan pembagian sembako ini, kami melakukan survey bersama dengan salah satu pengurus Desa. Hal ini dilakukan agar bantuan yang diberikan sampai kepada warga yang membutuhkan dan tepat sasaran.” Ujar Bapak Harry selaku ketua LPPM STTIF Bogor.
Bersama dengan Dosen lainnya dan dibantu dengan anggota BEM, membagikan sebanyak 160 paket sembako dengan cara mendatangi rumah warga RT.01, RT. 02, dan RT. 03 RW.016 Kelurahan Cipaku Kecamatan Bogor Selatan, serta diprioritaskan untuk masyarakat lanjut usia.
Ibu Acih salah satu warga desa Cipaku Skip sangat bersyukur dengan adanya pembagian sembako gratis ini. “Alhamdulillah, terima kasih atas bantuan sembako yang diberikan. Bantuan ini sangat membantu saya dan warga lainnya.” Ungkap ibu Acih.